Rabu, 12 Juli 2017

Sejarah Pulau Panggang, kisah Bajak Laut dan Darah Putih


Pada Suatu Hari....

Dikalangan masyarakat Pulau Panggang berkembang cerita kepahlawanan dari seorang yang gagah berani menghalau gerombolan perompak. Meski ini hanya kisah tutur turun temurun, namun sebagian besar warga Pulau Panggang memeprcayai kisah ini. Mereka juga menjaga peninggalan makamajak laut kuno yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya sang pendekar sakti mandraguna tersebut.
Kehidupan warga Pulau panggang yang terlihat nyaman dan tentram itu mulai terusik ketika didatangi bajak laut dan perompak untuk menjarah harta mereka.
Menurut kisah saat nelayan Pulau Panggang mencari ikan secara kebetulan menemukan seorangyang terdampar di pantai dalam kondisi tak sadarkan diri. Konon ia terdampat di Pulau Paniki, tak jauh dari Pulau Panggang. Disekujur tubuh orang tersebut tertancap, semacam kerang yang hidup dibneda yang lama berada di laut. Setelah orang itu diangkat ke darat dan teritip di cabut dari tubuhnya. Terjadi keanehan. Dari bekas cabutan itu keluar cairan putih yang diyakini warga sebagi darah. Dari keanehan itulah warga sepakat  menyebut orang terdapar itu Pendekar Darah Putih. Salah selang beberapa saat pulau itu diserang perompak laut. Pendekar asing itu menghadapinya dengan gagah berani walaupun jumlah perampok itu lebih banyak.
Pendekar Darah Putih yang dibantu warga berhasil mengalahkan gerombolan perompak, bahkan menawan tiga orang dari belasan perompak dan bajak laut tersebut. agar para perompak terebut kapok dan tak kembali lagi merampok di pulau itu, Ki Darah Putih mencari siasat. Disuruh warga membuat perapian (pemanggangan). Api yang berkobar dari pemanggangan itu menyiutkan nyali perompak yang ditawan, karena warga terus menerus berteriak agar perompak itu dipanggang hidup-hidup. Selanjutnya mata ketiga perampok tawanan itu ditutup dengan kain hitam. Salah seorang tawanan dibawa keluar rumah meninggalkan dua lainny yang tengah ketakutan. Lalu salah seroang warga bersandiwara dengan terus berteriak dan menjerit kepanasan seperti sedang dibakar hidup-hidup hingga terikan perlahan terhenti seakan yang dipanggang sudah meregg nyawa.
Dua orang tawanan tersebut menganggap temannya telah meregang nyawa diatas bara api. Pasalnya disamping teriakan kepanassan, para tawanan juga mencium bau daging terbakar yang sebenarnya berasal dari seekor kambing yang sengaja dibakar oleh Pendekar Darah Putih. Setelah itu dua perampok dilepas dan lainnya ditawan di suatu tempat yang tidak diketahui oleh kawanannya. Pendekar Darah Putih mengatakan kepada dua perampok yang dilepas itu agar jangan kembali ke Pulau Paggang atau nasib mereka akan sama dengan teman mereka yang dipanggang hidup-hidup. Peristiwa pemanggangaan itu sendiri, merupakan cikal bakal disebutnya pulau itu sebagai Pulau Pemanggang atau sekarang lebih dikenal Pulau Panggang. Peninggaalan sejarah Pendekar Darah Putih berupa makam kuno sampai sekarang masih dijaga  oleh warga Pulau Panggang dan diakui oleh pemerintah sebagai salah satu cagar budaya DKI Jakarta.

sumber:
Thomas B. Ataladjar, The Hidden Treasure of The Thousand Island, (Kabupaten Administrasi Kepulauasn Seribu, Jakarta, 2015)

penyerempet atau diserempet, siapakah yang salah?

 
Menyerempet dan terserempet motor sudah sering terjadi di indonesia, namun pernahkah kalian merasakannya sendiri?
dalam sinetron jika kamu menjadi orang yang terserempot motor akan dibuat deg-degan pertama korban akan di sorot ter lebih dahulu dan kemudian motor yang melaju dengan kecepatan tinggi saat kejadian penyerempetan itu pun akan di slow motion sehingga penonton mengetahui dengan jelas kejadiannya.
namun tahukah perasaan seseorang yang menyerempet dan terserempet bahkan yang melihat kejadian tersebut? yang pasti akan tegangkan?
bagi orang yang menyerempet yang tidak sengaja melakukannya ia tidak dapat mengendalikan kendaraannya karena ia tegang dengan apa yang ada dihadapannya dan otaknya tidak merespon dengan cepat untuk menghindar dari kejadian tersebut dan setelah kejadian ia tidak langsung menyadari bahwa sedang terjadi penyerempetan. jika sudah tahu menyerempet orang apa yang harus kamu lakukan? yupp, pertama berhentika kendaraan ditempat yang aman, perge ketempat si korban dan menanyakan keadaanya, segera meminta maaf dan bersedia bertanggung jawab.
Bagi orang yang terserempet, tenangkan diri dan lihat plat nomer kendaraan yang telah menyerempet kalian, hal ini berguna jika kamu terluka parah dan ia tidak bertanggung jawab bisa melaporkannya kepda pihak yang berwajib, jika ia bertanggung jawab segera maafkan. Setelah itu lihat keadaan tubuh kalian ada yang lukakah? lecet? berdara? patah? dll.  jika itu terjadi minta pertolongan kepada orang sekitar.
bagi kalian menjadi saksi dalam sebuah kejadian, pertama yang dilakukan kalian harus tetap tenang dan  memberi tahu kepada calon korban bahwa ia sedang dalam bahaya, jika itu terjadi lihat plat nomer kendaraan dan hafalkan tentunya dan melihat siapakah yang lengah dalam kejaidan tersebut yang menyerempetkah atau yang diserempet? bantu sikorban atau pelaku yang dalam bahaya.
jika kejadian itu terjadi baik seorang yang menyerempet atau diserempet instropeksi diri siapakah yang lengah dalam kejadian tersebut? apakah yang menyerempet ngantuk atau tidak melihat jalan? atau yang diserempet bermain hp atau ngelindur? selesaikan masalah secara kekeluargaan dan saling memaafkan tentunya.
kejadian ini bisa terjaidi kapan dan dimana saja, jadi tetap waspadalah.

Selasa, 31 Mei 2016

FUNGSI IMAN DALAM KESEHATAN MENTAL



FUNGSI IMAN DALAM KESEHATAN MENTAL
            Apabila seseorang dikuasai oleh perasaan semata, sudah pasti bakal banyak masalah akan terjadi, karena tindakan dan perbuatannya sukar untuk dipertanggung jawabkan dan sulit mengukur dan menilainya. Ukuran perasaan itu sangat mudah berubah dan banyak macam, menurut keadaan dan tempat. Akan tetapi, jika yang dipentingkan hanya pikiran (rasio) saja, perasaan tidak diindahkan, maka akan sukarlah orang bergaul. Perasaan itu tidak bisa disingkarkan sama sekali, karena ia bekerja dan mempunyai pengaruh yang tidak disadari oleh pikiran. Seseorang yang keimanannya telah menguasainya, walau apapun yang terjadi tidak akan menggaggu atau mempengaruhinya. Ia yakin bahwa keimanan itu akan membawanya kepada ketentraman dan kelegaan batin. Maka sesuatu yang diimani itu hendaknya selalu ada dan terpelihara baik. Apabila yang dipercayai itu pada suatu ketika hilang atau tidak mententramkannya lagi, maka disini akan timbul kegoncangan perasaan yang kadang-kadang sampai menyebabkan terjadinya perselisihan dalam keluarga atau dalam masyarakat.
            Orang yang mempercayai benda-benda kermat, azimat dan sebagainya itu biasanya selama benda-benda tersebut ada padanya dan tampak memberi manfaat, maka ia akan merasa tentram, tapi kalau benda tersebut hilang atau tidak menolongnya lagi, maka kegelisahan yang akan terjadi. Obyek keimanan yang tidak akan berubah manfaatnya dan tidak akan pernah hilang, adalah keimanan yang ditentukan oleh agama. Dalam agama Islam, terkenal enam macam pokok keimanan (arkanul Iman). Semuanya mempunyai fungsi yang menentukan dalam Kesehatan Mental seseorang.
Dalam uraian berikut kan kita bicarakan pengaruh masing-masing pokok keimanan itu dalam Kesehatan Mental.[1]
1.      Iman Kepada Allah SWT.
Keimanan adalah suatu proses kejiwaan yang tercakup di dalamnya semua fungsi jiwa, perasaan dan pikiran sama-sama meyakinkannya. Apabila iman tidak sempurna, maka manfaatnya bagi kesehatan  mental pun kurang sempurna pula. Misalnya belakangan ini di negara kita boleh dikatakan bahwa semua orang percaya kepada Tuhan YME. Akan tetapi alangkah banyaknya orang yang tidak mampu menggunakan kepercayaannya itu dalam hidupnya mereka gelisah, hidup tdak tentram, dimana-mana terjadi pertengkaran dan kemusuhan, baik dirumah tangga maupun dalam masyarakat.
      Untuk dapat mencapai keimanan yang sungguh dan menjamin kebahagiaan hidup, maka bagi seorang Muslim, percaya kepada Tuhan YME itu harus mencakup pula percaya akan segala sifat-sifat-Nya. Kepercayaan akan sifat-sifat-Nya itu, harus ada realisasinya dalam segala sikap dan tindakan.
Kepercayaan kepada Tuhan YME. Seperti telah kita jelaskan sangat penting bagi Kesehatan Mental manusia, kepercayaan tersebut harus dimanfaatkan, digunakan dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya, dengan mematuhi segala suruhan dan menghentikan semua larangan-Nya, serta hidup dalam tuntunan dan bimbingan-Nya, supaya selamat dunia akhirat.
2.      Iman Kepada Hari Akhir
Kita tahu bahwa semua agama samawi, percaya akan adanya hidup sesudah mati, dimana akan ada perhitungan terhadap manusia atas tindakan dan perbuatannya di dunia. Bahkan samawi pun, juga mempercayai akan adanya hidup sesudah hidup yang sekarang ini.
Hari Kiamat: kapankah dimulai hidup di alam akhirat itu? Tentunya setelah alam dunia ini berakhir. Pertanyaan yang tidak terjawab, akan menggelisahkan batin. Karena itu, percaya akan apa yang disebutkan Allah itu akan dapat menentramkan hati yang gelisah
Hidup sesudah mati: Termasuk yang harus dipercayai pula dalam rangkaian iman akan hari akhirat itu ialah bahwa semua orang sejak dunia terkembang sampai hari kiamat akan bangkit, hidup kembali.
Perhitungan dan pembalasan: Diantara masalah yang terpenting dalam kepercayaan akan adanya alam akhirat, yang membawa kepada ketentaraman batin pula, adalah adanya perhitungan dan pembalasan atas segala amal perbuatan di dunia,
Surga dan neraka: Percaya akan adanya surga dan neraka termasuk salah satu bagian dari kepercayaan akan adanya akhirat.
Jadi kepercayaan akan adanya hari akhirat mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan akhirat itu, mulai dari hari kiamat, hari berbangkit, perhitungan dan pembalasan (dengan surga atau neraka), akan menentramkan batin, selanjutnya menjamin Kesehatan Mental yang dibutuhkan oleh setiap jiwa.
3.      Iman Kepada Malaikat
Dalam ajaran Islam, kita disuruh mempercayai adanya Malaikat, bahkan termasuk dalam salah satu pokok (rukun) iman. Kepercyaan terhadap tugas Malaikat yang disebutkan Tuhan dalam Al-Quran juga mempunyai pengaruh dalam kesehatan mental. Salah satu tugas Malaikat yang disebut dalam Al-Quran, yang mempunyai pengaruh terhadap ketentaraman batin manusia adalah “mendoakan dan   ampun bagi orang-orang Mukmin, seperti tersebut dalam Surat Al Mu’min ayat 7 s.d 9. Dalam ayat-ayat tersebut diatas, jelas sekali betapa besar perhatian Malaikat terhadap manusia. Dimintakannya ampun atas segala kesalahan (dosa) yang telah dilakukan oleh orang-orang yang beriman, didoakannya kepada Tuhan agar orang beriman itu terlepas dari siksa neraka, serta dimasukkan kedalam surga.
Dengan ringkas dapat kita katakan bahwa kepercayaan akan adanya malaikat, yang saleh, taat dan suka mendoakan dan mintakan ampun itu, mempunyai arti yang besar bagi Kesehatan Mental.
4.      Iman Kepada Kitabullah
Kita mengetahui bahwa setiap agama mempunyai kitab Suci, yang merupakan pedoman pokok dari ajaran agama tersebut. Dalam agama Islam Kitab Sucinya adalah Al-Quran. Setiap orang Islam wajib mempercayai bahwa Al-Quran adalah Kalamulah, yang langsung datang dari Allah SWT. Kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan perantara Malaikat Jibril. Yang dimaksud dengan kepercayaan akan Kitabullah ialah Kepercayaan akan Kitab Suci yang diturunkan Allah kepada Rasul-rasul-Nya, yang mengandung pedoman dan tuntunan bagi umat manusia, datang-Nya dari Allah dan segala isinya benar.
Kepercayaan akan kebenaran isi kitab-kitab Suci itu menentramkan batin, demikian juga keyakinan bahwa datangnya dari Allah pun menghindarkan kecemasan dan kegoncangan jiwa. Dengan ringkas dapat dikatakan bahwa kepercayaan akan kitab-kitab Suci yang diturunkan Allah itu menambah Kesehatan Mental.
5.      Iman Kepada Rasul-rasul Allah
Apabila kita tidak percaya bahwa Nabi-nabi atau Rasul-rasul itu Utusan Allah, maka tidak akan dapat kita menjalankan agama, karena tuntunan yang dibawa oleh Nabi-nabi itu tersimpul dalam agama. Selanjutnya kita tidak akan sanggup pula mendekatkan diri kepada Allah, sehingga berakibat datangnya kecemasan dan kegelisahan. Dengan mempercayai semua Nabi-nabi utusan Allah, beserta ajaran-ajaran agama yang mereka bawa, akan dapatlah seluruh umat beragama didunia ini bersatu, hidup rukun dan damai, dengan penuh penghargaan, pengertian dan kasih sayang. Karena yang menimbulkan perselisihan dan percekcokan antara penganut satu agama dan lainnya adalah rasa tidak dihargai atau dipandang hina dan disangka palsu.
Dari segi Kesehatan Mental, dapat dengan tegas kita katakan bahwa kepercayaan kepada Nabi-nabi Allah itu menentramkan batin dan memungkinkan persatuan dengan semua penganut agama yang mereka bawa. Karena pengakuan terhadap seseorang berarti menghargai dan menempatkannya dalam tempat yang wajar.
6.      Iman Kepada Takdir
Diantara pokok ajaran Islam yang sering menjadi sasaran kritikan orang-orang diluar Islam dan dari orang Islam yang kurang mengerti ajaran agamanya, ialah iman kepada takdir Allah. Mereka menyangka bahwa iman kepada takdir itu membuat orang menjadi lalai dan segan berusaha, malas mencari rezeki dan adaptis, karena merasa bahwa segala sesuatu telah ditentukan lebih dahulu oleh Allah. Kepercayaan kepada takdir (ketentuan-ketentuan) Allah, tidak menghalangi kita untuk berusaha. Karena ketentuan Allah, ada yang mempunyai syarat dan adapula yang mutlak. Diantara yang mempunyai syarat misalnya hasil usaha manusia itu sendiri, kalau ia berbuat baik, ia akan diberi hasil yang baik pula, jika iaa berbuat aniaya, dusta dan ingkar maka Allah tidak akan menyelamatkannya.
 Kepercayaan kepada Takdir Allah, dapat mengurangi rasa tertekan jiwa karena kegagalan dalam usaha atau dalam hidup pada umumnya. Dengan kepercayaan yang keenam ini dapat dihindari rasa kecewa atau frustasi yang mendalam. Hal itu akan menolong dalam menjamin Kesehatan Mental orang yang beriman.
                                  





Kesimpulan
Sebagai kesimpulan dari uraian-uraian terdahulu ialah, bahwa pokok-pokok keimanan yang diwajibkan umat Islam, sangat penting artinya bagi Kesehatan Mental. Karena keimanan memupuk dan mengembangkan fungsi-fungsi jiwa dan memelihara keseimbangannya serta menjamin ketentraman batin.
Apabila keimanan tidak ada dalam hati seseorang, keseimbangan jiwanya akan terganggu, karena salah satu unsurnya terutama perasaan tidak dipupuk. Apalagi kalau ilmu pengetahuannya luas, maka kepincangan antara rasio dan emosinya akan sangat menonjol. Maka kegoncangan jiwa akan terjadi bahkan mungkin diiringi oleh gangguan dan penyakit jiwa. Untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat perlu agama dengan intinya kepercayaan dan perbuatan (iman dan amal).

Daftar Pustaka
Zakiah, Dr, D., Islam dan Kesehatan Mental. PT Gunung Agung, Jakarta: 1982.
Aulia, Prof.Dr.H., Agama dan Kesehatan Badan/Djiwa. Bulan Bintang, Jakarta: 1970.


[1] Zakiah, Dr, D., Islam dan Kesehatan Mental. PT Gunung Agung, Jakarta: 1982.

Retorika Ky H Syukron Ma’mun


Rabu, 25 Mei 2016

metode dan teknik



Metode dan Teknik

Pengertian metode dan teknik
Untuk mensukseskan suatu kegiatan yang sudah direncanakan, yang harus diperhatikan adalah metode dan teknik yang akan digunakan dan menjadi panduan untuk kegiatan tersebut.
Secara etimologi metode berasal dari bahasa yunani, yang terdiri dari penggalan kata ‘’meta’’ yang berarti melalui dan ‘’hados’’ berarti  ‘’jalan’’bila digabungkan maka metode bisa diartikan ‘’jalan yang harus dilalui’’. Didalam bahasa inggris kata itu mengandung makna: a way of doing anything.... regularity and orderliness in actions (jalan untuk melakukan sesuatu.... aturan dan ketentuan dalam berbuat). Dalam bahasa arab metode disebut thariqat dan manhaj, yang juga mengandung arti tata cara. Sementara itu dalam kamus bahasa indonesia kata metode mengandung arti ‘’cara yang teratur dan berpikir baik-baik untuk maksud (dalam ilmu  pengetahuan, dsb) cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan atau kegiatan guna mencaapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan secara semantik metodologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil yang efektif dan efesien.
Dalam pengertian yang lebih luas, metode bisa pula diartikan sebagai ‘’sesuatu atau  cara yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan’’. Selain kata metode ada pula kata ‘’teknik ‘’ dan ‘’pendekatan’’, keduanya dipahami sebagai cara-cara ilmiah yang dipakai sebagai peralatan (instrument) dalam melakukan pekerjaan yang sifat lebih difokuskan kepada subyek atau obyek yang dijadikan sasaran pelayanan. Maka dalam pemahaman ini istilah teknik atau pendekatan sering pula disebut dengan ‘’strategi dan teknik’’ khusus dalam melakukan sesuatu sesuai dengan fokus atau pokok permasalahannya. Kadang-kadang pendekata bisa saja muncul berdasarkan situasi dan kondisi yang ada ketika kegiatan dilaksanakan. Sehingga ia lebih banyak berupa insting dan inprovisasi yang dimiliki setiap pembimbing. Dengan demi kian, pendekatan sering terjadi karena mempertimbangkan kenyataan yang ada sehingga pembimbing atau konselor berupaya meyikapi kenyataan tersebut berdassarkan pengalaman-pengalamannya dalam mengalami terbimbing (klien) jadi teknik dan pendekaatan kadangkala bersifat subyektif karena lebih mempertimbangkan kondisi terbimbing (klien) yang memiliki karaakteristik yang berbeda-beda pula
Persamaan dan Perbedaan Metode dan Teknik
Sesungguhnya antara metode dan teknik secara subtansial, memiliki penguraian yang sama. Perbedaanya ialah pada sisi fungsionalisasinya, yaitu unsur-unsur dan penggunaan metode bersifat teoritis dan lebih luas sebagi bagian dari upaya ilmiah. Kadangkala dipakai bergantian teknik dan atau pendekatan lebih bersifat teknis dan sesuatu yang empiris serta spesifik yang terjadi pada penerapan-penerapan pekerjaan tertentu. Teknik bisa puala berupa peralatan fisik, seperti alat peraga, peralatan administrasi, sarana dan prasarana, serta non fisik, seperti taktik dan strateegi tertentu yang hanya dimiliki seseorang berdasarkan pengalamannya atau inproviasasinya pada saat menghadapi atau melakukan pekerjaannya. Dengan kata lain, bisa jadi teknik atau pendekatan yang diggunakan karena dipengaruhi oleh situasi dan kondisiyang ditemukan pada saat melakukan pekerjaan.
Melalui penjelasan tersebut, bukan berarti teknik sesuatu yang tidak mungkin untuk dipelajari atau diajarkan dan dicontoh oleh orang lain. Sebab bila suatu teknk sudah biasa dan sering dilakukan, bersifat obyektif, rasional dan sistematisserta menjadi pengalaman yang berulang-ulang, maka ia bisa diberikan dan diajarkan kpada siapa saja. Namun demikian, banyak pula diantaranya yang menyimpulkan bahwa antara metode, teknik, strategi dan pendekatan adalah merupalkan istilah yang sama, terutama bila dilihat dari segi urgensi, fungsi dan penggunaannya.
Pada umumnya penggunaan istilah metode dan teknik kadangkala dipakai berganti-ganti tergantung kepada obyek permasalaha  yang sedang dilayani.
Prinsip mencari metode yang tepat
1. Wawancara
2. Observasi.
3. Tes (Kuesioner)
4. Bimbingan kelompok (Group Guidance)
5. Psikoanaisis
6. Non-Direktif (Teknik Tidak mengarahkan)
7. Teknik Direktif (Yang Bersifat Mengarahkan)

Referensi
M. Lutfi. 2008. Dasar-dasar Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: Lembaga penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Yunan Yusuf. 2006. Metode Dakwah. Jakarta: Kencana.
Asmuni Syukir. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-ikhlas.