Rabu, 25 Mei 2016

metode dan teknik



Metode dan Teknik

Pengertian metode dan teknik
Untuk mensukseskan suatu kegiatan yang sudah direncanakan, yang harus diperhatikan adalah metode dan teknik yang akan digunakan dan menjadi panduan untuk kegiatan tersebut.
Secara etimologi metode berasal dari bahasa yunani, yang terdiri dari penggalan kata ‘’meta’’ yang berarti melalui dan ‘’hados’’ berarti  ‘’jalan’’bila digabungkan maka metode bisa diartikan ‘’jalan yang harus dilalui’’. Didalam bahasa inggris kata itu mengandung makna: a way of doing anything.... regularity and orderliness in actions (jalan untuk melakukan sesuatu.... aturan dan ketentuan dalam berbuat). Dalam bahasa arab metode disebut thariqat dan manhaj, yang juga mengandung arti tata cara. Sementara itu dalam kamus bahasa indonesia kata metode mengandung arti ‘’cara yang teratur dan berpikir baik-baik untuk maksud (dalam ilmu  pengetahuan, dsb) cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan atau kegiatan guna mencaapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan secara semantik metodologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil yang efektif dan efesien.
Dalam pengertian yang lebih luas, metode bisa pula diartikan sebagai ‘’sesuatu atau  cara yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan’’. Selain kata metode ada pula kata ‘’teknik ‘’ dan ‘’pendekatan’’, keduanya dipahami sebagai cara-cara ilmiah yang dipakai sebagai peralatan (instrument) dalam melakukan pekerjaan yang sifat lebih difokuskan kepada subyek atau obyek yang dijadikan sasaran pelayanan. Maka dalam pemahaman ini istilah teknik atau pendekatan sering pula disebut dengan ‘’strategi dan teknik’’ khusus dalam melakukan sesuatu sesuai dengan fokus atau pokok permasalahannya. Kadang-kadang pendekata bisa saja muncul berdasarkan situasi dan kondisi yang ada ketika kegiatan dilaksanakan. Sehingga ia lebih banyak berupa insting dan inprovisasi yang dimiliki setiap pembimbing. Dengan demi kian, pendekatan sering terjadi karena mempertimbangkan kenyataan yang ada sehingga pembimbing atau konselor berupaya meyikapi kenyataan tersebut berdassarkan pengalaman-pengalamannya dalam mengalami terbimbing (klien) jadi teknik dan pendekaatan kadangkala bersifat subyektif karena lebih mempertimbangkan kondisi terbimbing (klien) yang memiliki karaakteristik yang berbeda-beda pula
Persamaan dan Perbedaan Metode dan Teknik
Sesungguhnya antara metode dan teknik secara subtansial, memiliki penguraian yang sama. Perbedaanya ialah pada sisi fungsionalisasinya, yaitu unsur-unsur dan penggunaan metode bersifat teoritis dan lebih luas sebagi bagian dari upaya ilmiah. Kadangkala dipakai bergantian teknik dan atau pendekatan lebih bersifat teknis dan sesuatu yang empiris serta spesifik yang terjadi pada penerapan-penerapan pekerjaan tertentu. Teknik bisa puala berupa peralatan fisik, seperti alat peraga, peralatan administrasi, sarana dan prasarana, serta non fisik, seperti taktik dan strateegi tertentu yang hanya dimiliki seseorang berdasarkan pengalamannya atau inproviasasinya pada saat menghadapi atau melakukan pekerjaannya. Dengan kata lain, bisa jadi teknik atau pendekatan yang diggunakan karena dipengaruhi oleh situasi dan kondisiyang ditemukan pada saat melakukan pekerjaan.
Melalui penjelasan tersebut, bukan berarti teknik sesuatu yang tidak mungkin untuk dipelajari atau diajarkan dan dicontoh oleh orang lain. Sebab bila suatu teknk sudah biasa dan sering dilakukan, bersifat obyektif, rasional dan sistematisserta menjadi pengalaman yang berulang-ulang, maka ia bisa diberikan dan diajarkan kpada siapa saja. Namun demikian, banyak pula diantaranya yang menyimpulkan bahwa antara metode, teknik, strategi dan pendekatan adalah merupalkan istilah yang sama, terutama bila dilihat dari segi urgensi, fungsi dan penggunaannya.
Pada umumnya penggunaan istilah metode dan teknik kadangkala dipakai berganti-ganti tergantung kepada obyek permasalaha  yang sedang dilayani.
Prinsip mencari metode yang tepat
1. Wawancara
2. Observasi.
3. Tes (Kuesioner)
4. Bimbingan kelompok (Group Guidance)
5. Psikoanaisis
6. Non-Direktif (Teknik Tidak mengarahkan)
7. Teknik Direktif (Yang Bersifat Mengarahkan)

Referensi
M. Lutfi. 2008. Dasar-dasar Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: Lembaga penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Yunan Yusuf. 2006. Metode Dakwah. Jakarta: Kencana.
Asmuni Syukir. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-ikhlas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar