Metode dan Teknik
Pengertian metode dan teknik
Untuk mensukseskan suatu kegiatan yang sudah
direncanakan, yang harus diperhatikan adalah metode dan teknik yang akan
digunakan dan menjadi panduan untuk kegiatan tersebut.
Secara etimologi metode berasal dari bahasa
yunani, yang terdiri dari penggalan kata ‘’meta’’ yang berarti melalui dan
‘’hados’’ berarti ‘’jalan’’bila
digabungkan maka metode bisa diartikan ‘’jalan yang harus dilalui’’. Didalam
bahasa inggris kata itu mengandung makna: a way of doing anything....
regularity and orderliness in actions (jalan untuk melakukan sesuatu.... aturan
dan ketentuan dalam berbuat). Dalam bahasa arab metode disebut thariqat dan
manhaj, yang juga mengandung arti tata cara. Sementara itu dalam kamus bahasa
indonesia kata metode mengandung arti ‘’cara yang teratur dan berpikir
baik-baik untuk maksud (dalam ilmu
pengetahuan, dsb) cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan
atau kegiatan guna mencaapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan secara semantik
metodologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau
jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil yang efektif dan
efesien.
Dalam pengertian yang lebih luas, metode bisa
pula diartikan sebagai ‘’sesuatu atau cara
yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan’’. Selain kata
metode ada pula kata ‘’teknik ‘’ dan ‘’pendekatan’’, keduanya dipahami sebagai
cara-cara ilmiah yang dipakai sebagai peralatan (instrument) dalam melakukan
pekerjaan yang sifat lebih difokuskan kepada subyek atau obyek yang dijadikan
sasaran pelayanan. Maka dalam pemahaman ini istilah teknik atau pendekatan
sering pula disebut dengan ‘’strategi dan teknik’’ khusus dalam melakukan
sesuatu sesuai dengan fokus atau pokok permasalahannya. Kadang-kadang pendekata
bisa saja muncul berdasarkan situasi dan kondisi yang ada ketika kegiatan
dilaksanakan. Sehingga ia lebih banyak berupa insting dan inprovisasi yang
dimiliki setiap pembimbing. Dengan demi kian, pendekatan sering terjadi karena
mempertimbangkan kenyataan yang ada sehingga pembimbing atau konselor berupaya
meyikapi kenyataan tersebut berdassarkan pengalaman-pengalamannya dalam
mengalami terbimbing (klien) jadi teknik dan pendekaatan kadangkala bersifat
subyektif karena lebih mempertimbangkan kondisi terbimbing (klien) yang
memiliki karaakteristik yang berbeda-beda pula
Persamaan dan Perbedaan Metode dan Teknik
Sesungguhnya antara metode dan teknik secara subtansial, memiliki
penguraian yang sama. Perbedaanya ialah pada sisi fungsionalisasinya, yaitu
unsur-unsur dan penggunaan metode bersifat teoritis dan lebih luas sebagi bagian
dari upaya ilmiah. Kadangkala dipakai bergantian teknik dan atau pendekatan
lebih bersifat teknis dan sesuatu yang empiris serta spesifik yang terjadi pada
penerapan-penerapan pekerjaan tertentu. Teknik bisa puala berupa peralatan
fisik, seperti alat peraga, peralatan administrasi, sarana dan prasarana, serta
non fisik, seperti taktik dan strateegi tertentu yang hanya dimiliki seseorang
berdasarkan pengalamannya atau inproviasasinya pada saat menghadapi atau
melakukan pekerjaannya. Dengan kata lain, bisa jadi teknik atau pendekatan yang
diggunakan karena dipengaruhi oleh situasi dan kondisiyang ditemukan pada saat
melakukan pekerjaan.
Melalui penjelasan tersebut, bukan berarti
teknik sesuatu yang tidak mungkin untuk dipelajari atau diajarkan dan dicontoh
oleh orang lain. Sebab bila suatu teknk sudah biasa dan sering dilakukan,
bersifat obyektif, rasional dan sistematisserta menjadi pengalaman yang
berulang-ulang, maka ia bisa diberikan dan diajarkan kpada siapa saja. Namun
demikian, banyak pula diantaranya yang menyimpulkan bahwa antara metode,
teknik, strategi dan pendekatan adalah merupalkan istilah yang sama, terutama
bila dilihat dari segi urgensi, fungsi dan penggunaannya.
Pada umumnya penggunaan istilah metode dan
teknik kadangkala dipakai berganti-ganti tergantung kepada obyek
permasalaha yang sedang dilayani.
Prinsip mencari metode yang tepat
1. Wawancara
2. Observasi.
3. Tes (Kuesioner)
4. Bimbingan kelompok (Group Guidance)
5. Psikoanaisis
6. Non-Direktif (Teknik Tidak mengarahkan)
7. Teknik Direktif (Yang Bersifat Mengarahkan)
Referensi
M. Lutfi. 2008. Dasar-dasar Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: Lembaga penelitian
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Yunan Yusuf. 2006. Metode Dakwah. Jakarta: Kencana.
Asmuni Syukir. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-ikhlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar