Senin, 11 April 2016

psikologi komunikasi



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Komunikasi adalah hal yang penting bagi manusia, karena dengan berkomunikasi membantu pertumbuhan manusia, membantu mendapatkan informasi-informasi, dengan berkomunikasi menumbuhkan persahabatan, memelihar kasih sayang, menyebarkan ilmu pengetahuan, selain itu membuat perpecahan, menanamkan kebencian.
Penulis percaya dengan berkomunikasi meningkatkan kualitas hidup. Hubungan kita dengan sesama manusia dapat ditingkatkan dengan memahami dan memperbaiki komunikasi yang kita lakukan. Psikologi mempelajari proses yang yang mempengaruhi tingkah laku dalam komunikasi. Maka dari itu kita harus belajar tentang psikologi komunikasi.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimasud dengan komunikasi?
2.      Apakah yang dimasud dengan psikologi komunikasi?
C.  Tujuan
Tujuan pembuatan makalah adalah untuk memenuhi tugas psikologi komunikasi, mempelajari spsikologi komunikasi dan memberikan informasi kepada pembaca.














BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Komunikasi
Dicionary of behavioral sceince, menyebutkan enam pengertian komunikasi:
1.      Penyampaian perubahan enerrgi dari tempat ketempat yang lain seperti dalam sistem syaraf atau penyampaian gelombang-geombang suara.
2.      Penyampaian atau penerimaan signal atau pessanoleh organisme.
3.      Pesan yang disampaikan.
4.      (teori komunikasi). Proses yang dilakukan suatu sistem untuk mempengaruhu sistem yang lain melalui pengaturan signal-signal yang disampaikan.
5.      (K. Lewin) pengaruh suatu wilayan persona pada wilayah persona sehingga dalam perubahan dalam suatu wilayah menimbulkan perubahhan yang berkaitan pada wilayah lain.
6.      Pesan pasien kepada pemberi terapi daa psikoterapi.[1]
Jadi psikologi menyebut komunikasi pada penyampaian energi dari alat-alat indera keotak, pada peristiwa penerimaan dan pengolahan informasi, pada proses saling pengaruh  di antara berbagai sistem dalam diri organisme dan di antara organisme.[2]
B.  Komunikasi sebagai suatu proses
Prinsip bahwa komunikasi di jadikan sebagai suatu proses, penting sekali di jadikan pedoman, karena hal itu menunjukan kepada kita bahwa pada hakekatnya sebagai suatu proses maka komunikasi tidak mempunyai awal dan akhir yang definitive. Segala sesuatu pengalaman, pengetahuan, tentang opera topic, informasi umum, serta sikap kita yang berasal dari masa lalu ikut berepengaruh pada respon yang kita lakukan terahadap sesuatu yang kita terima dari komunikasi.
Book et al., (1980), menyatakan pada konsep komunikasi sebagai suatu proses membantu kita memahami dan mengatasi hambatan komunikasi, karena hal itu mengingatkan kita bahwa apa yang  di bawa dan diperoleh seseorang pada peristiwa komunikasi adalah berbeda. Prinsip proses tersebut juga menjadi catatan bagi kita bahwa komunikasi bersifat mengalir. Seterusnya dikatakan, bahwa komunikasi merupakan suatu suatu proses transaksiaonal dan simbolik yang memungkinkan orang untuk berhubungan dan mengelola lingkungan mereka melalui :
·         Penegakan kontak antar manusia.
·         Tukar menukar informasi
·         Memantapkan siakap dan perilaku orang lain.
·         Mengubah sikap dan perilaku orang lain.
Sifat transaksional dari proses komunikasi berarti bahwa semua orang ikut mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komunikasi, dan juga hubungan mereka dalam interaksi tersebut.[3]
C.  Unsur-unsur Proses Komunikasi
Untuk dapat berlangsungnya peristiwa komunikasi yang mana pun, senantiasa harus ada setidak tidaknya tiga unsure yang memungkinkan terjadinya komunikasi, yaitu : sumber (source), pesan (message), dan penerima (receiver). (Schramm, 1961).
Sumber, atau yang juga di sebut sebagai komunikator, bisa berupa orang perorangan (individu), atau berupa suatu organisasi komunikasi yang terdiri dari banyak orang, seperti penerbit suratkabar, stasiun radio dan televise, atau pun suatu perusahaan film. Beberapa sebutan lain yang lazim dipakai untuk unsur-unsur komunikasi tadi adalah: pengirim (sender), pengenkod (encoder), actor (actor), untuk sumber, destination (tujuan), pendekod (decorder), dan komunikasi, untuk penerima.
Komunikasi sebagaimana asal katanya dari bahasa latin : communis atau dalam bahasa inggris : common, berarti menjadikan sesuatu sebagai pengetahuan atau pengertian bersama. Ketika orang berkomunikasi, pada hakekatnya ia mencoba atau berusaha untuk menegakkan suatu kebersaman dengan seseorang, yaitu penerima dalam komunikasi tersebut.
D.  Dukungan komunikasi (communication support) untuk penyuluhan
Dukungan komunikasi (communication support) adalah penggunaan yang terkordinir dari berbagai metoda komunikasi untuk keperluan pemusatan perhatian kepada, dan menawarkan suatu pemecahan terhadap suatu problem tertentu.
Apapun masalahnya atau subjek yang akan di suluhkan, satu hal yang pasti adalah senantiasa di perlukan keterampilan berkomunikasi untuk dapat mentuluhkannya dengan baik. Mengapa demikian? karena keterampilan berkomunkasi ini merupakan bekal dasar untuk menyampaikan sesuatu untuk orang lain. Keterampilan ini antara lain menyangkut bagaimana mengutarakan sesuatu dengan jelas, dapat dimengerti oleh orang lain yag mendengarkan kita. Banyak contoh yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, dimana orang yang berfungsi sebagai pengajar, atau guru, atau pun petugas lainnya tidak mampu menyampaikan pengajarannya dengan cara yang dapat di fahami oleh pendengarnya.
Dalam bidang komunikasi, suatu rencana komunikasi bahkan merupakan suatu perkakas komunikasi yang penting untuk dapat melaksanakan kegiatan penyuluhan yang dimaksud. Beberapa prinsip penting dalam menyusun rencana komunikasi (Middleton dan Lin, 1975).
a.       Perencanaan komunikasi membutuhkan konsultasi
b.      Rencana yang disusun hendaklah fleksibel
c.       Rencana yang disusun harus mengandung ‘’what to do’’ dan ‘’how to do it’.
E.     Ruang Lingkup Psikologi komunikasi
Psikologi Komunikasi sangat bermanfaat dalam membantu kita memahami berbagai situasi sosial dimana kepribadian menjadi penting didalamnya, atau bagaimana penilaian seorang (judgements) menjadi bias karena adanya faktor kepercayaan (belief) dan peraaan (feeling) serta bagaimana seseorang memiliki pengaruh terhadap orang lain.[4] Berbagai teori dan pemikiran dalam psikologi komunikasi dapat dibagi kedalam tiga cabang besar:
a)      Teori Prilaku
Variasi pertama yaitu prilaku memberikan perhatian pada bagaimana seseorang berprilaku atau bertindak  dalam berbagai situasi omunikasi yang dihadapinya.
b)      Teori Kognitif
Teori kognitif memberikan perhatian pada bagaimana individu memperoleh, menyimpan dan mengelola informasi yang akan menghasilkan periaku dan tindakan.
c)      Teori Biologis
Tori biologis menjelaskan bagaimana peran dan struktur dan fungsi otak serta faktor genetik yang dimiliki seseorang mempengaruhi prilakunya.[5]
F.     Individu Sebagai Komunikator
Komunikasi sangat penting bagi individu, dari berkomunikasi akan mengetahui berbagai informasi  dan ia akan bertindak berdasarkan informasi yang sudah ia miliki. Psikologi juga tertarik pada komunikasi antara individu: bagaiman pesan dari seorang individu menjadi stimulus yang menimbulkan respon pada individu yang lain. Pada saat pesan sampai pada diri komunikator, psikologi meliha tkedalam proses penerimaan pesan, menganalisa faktor–faktor personal dan situasional yang mempengaruhinya, dan menjelaskan berbagai corak komunikan ketika sendirian atau dalam kelompok.[6]
Komunikasi interpersonal berkenaan dengan ‘saya’: siapakah saya sebagai komunikator? Kemampuan apa yang saya miliki untuk berkomunikasi? Apa yang membedakan saya dengan komunikator lainnya? Bagaimana orang lain menilai tingkah laku saya? Bagaimana saya hrus menyesuiakan diri dari satu situasi kepada situasi lainnya?.  Dua teori komunikasi yang sangat berpengaruh dan penting dalam komunikasi interpersonal adalah: teori sifat dan teori kognitif.[7]
G.    Sifat Individu
Berbagai kategori sifat komunikator telah lam dipelajari dalam riset komunikasi namun demikian, terdapat tiga kategori sifat komunikator yang paling menarik dan palin sering dibahas dalam literatur komunikasi[8]:
a.       Sifat mementingan diri sendiri
Dalam literatur psikologi istilah conversational narcissim untuk menggambarkan sifat komunikator yang cenderung mementingkan diri sendiri.
b.      Sifat berdebat
Komunikator dengan sufat ini cenderung bersifat tegas dalam mengungkapkan pandangannya terhadap sesuatu.
c.       Sifat cemas
Menurut Paterson dan Ritts, kecemasan sosial dan komunikasi memiliki aspek fisik; seperti denyut jantung atau wajah memerah karena malu, aspek tingkah laku; seperti penghindaran dan perlindungan diri, serta aspek kognitif; seperti terlalu fokus terhadap diri sendiri serta timbulnya perasaan negatif.
H.    Faktor Sifat dan Keturunan
Sifat umum yang dapat menjelaskan banyak sifat lainnya serta menjelaskan berbagai perbedaan di antara individu. Salah satu faktor model sifat yang paling populer adalah yang dikemukakan oleg Digman yang menyatakan adanya lima faktor sift yaitu sebagi berikut[9]:
·         Sifat neorotisme atau kecenderungan untuk merasakan aura negatif dan perasaan tidak bahagia (menderita).
·         Sifat ekstraversi (extravation), atau kecenderungan senang bergaul, menukai kelompok lain, percaya diri dan berfikir optimis.
·         Sifat terbuka (oppenness), atau kecenderungan senang berfikir (reflective), memiliki daya imajinasi, memberikan perhatian pada perasaan (inner feeling) serta memili kecenderungan berpkir bebas.
·         Sifat setuju (agreeableness), yaitu kecenderungan untuk menyukai atau bersimpati terhadap orang lain, suka membantu atau menolong orang lain serta cenderung menghindari pertentangan antagonisme).
·         Sifat hati-hati atau kecenderungan untuk bersikap disiplin (self-disciplined), tidak mudah menurut kata hati, teratur (well organized) serta menyelesaikan tugas dengan tuntas.
James McCroskey dan rekan yang mengemukakan pandangan bahwa sifat dipengaruhi oleh faktor genetik. Menurut dia, sifat adalah kecenderungan dari tempramen yang berasal dari struktur  saraf biologis yang ditentukan secara genetik atau sifat ditentukan oleh aktivitas yang terjadi pada otak manusia.[10] Menurutnya, bagaimana kita merasakan dan mengamati lingkungan sangat bergantung pada apa yang terjadi didalam otak kita dan pada gilirannya bagaiman otak kita bekerja juga sangat ditentukan oleh faktor genetis. Manusia memiliki banyak sifat namun jumlah sifat itu dapat disederhanakan menjadi hanya tiga sifat utama yang sebagai berikut[11]:
1.      Ekstraversi, atau sifat untuk cenderung melihat keluar atau outward focus.
2.      Neurotisme, atau sifat cemas.
3.      Psikotosisme, atau kekurangan kontrol terhadap diri sendiri (lack of self control).
McCroskey menyimpulkan bahwa penyebab orang mengalami kecemasan yang serius dalam berkomunikasi adalah faktor biologis. Dengan kata lain, tingginya tingkat kecemasan berkomunikasi ini disebabkan faktor keturunan.[12]
I.       Ciri pendekatan psikologi komunikasi
Fisher menyebut empat ciri pendekatan psikologi pada komunikasi: penerimaan stimuli secara indrawi, proses yang mengantarai  stimuli dan respons, prediksi respons dan peneguhan respons. Psikologi melihat komunikasi dimulai dengan dikenainya masukan kepada organ-organ pengindraan kita yang berupa data. Stimuli berbentuk orang, pesan, suara, warna pokoknya segala hal yang mempengaruhi. Stimuli ini kemudian diolah dalam jiwa kita dalam ‘’kotak hitam’’ yang tidak pernah kita ketahui. Kita hanya mengambil kesimpulan tentangproses yang terjadi pada ‘’kotak hitamm’’ dari respon yang tampak. Kita mengetahui bahwa ia tersenyum, tepuk tangan, dan meloncat-loncat, passti ia dalam keadaan gembira.[13]
Seorang psikolog komunikasi akan menggunakan pendekatan yang berbeda. Pertama, ia menyingkirkan semua sikap meihak dan semua usaha menilai secara formatif (mana yang benar, mana yang salah). Ia akan mencari prinsip-prinsip umum yang menjelaskan pendektan diatas. Kedua, ketika merumuskan prinsip-prinsip umum, psikologi komunikasi harus menguraikan kejadian menjadi satuan-satuan kecil utntuk dianalisa. Ketiga, psikologi komunikasi berusaha memahami peristiwa komunikasi dengan menganalisa keadaan internal (internal state) ‘’suasana batiniah individu’’.[14]






BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Psikologi menyebut komunikasi pada penyampaian energi dari alat-alat indera keotak, pada peristiwa penerimaan dan pengolahan informasi, pada proses saling pengaruh  di antara berbagai sistem dalam diri organisme dan di antara organsme. konsep komunikasi sebagai suatu proses membantu kita memahami dan mengatasi hambatan komunikasi, karena hal itu mengingatkan kita bahwa apa yang  di bawa dan diperoleh seseorang pada peristiwa komunikasi adalah berbeda. Untuk dapat berlangsungnya peristiwa komunikasi yang mana pun, senantiasa harus ada setidak tidaknya tiga unsure yang memungkinkan terjadinya komunikasi, yaitu : sumber (source), pesan (message), dan penerima (receiver). (Schramm, 1961). Dukungan komunikasi (communication support) adalah penggunaan yang terkordinir dari berbagai metoda komunikasi untuk keperluan pemusatan perhatian kepada, dan menawarkan suatu pemecahan terhadap suatu problem tertentu




[1] Rakhmat, J, (2005). Psikologi komunikasi, bandung: pt remaja rosdakarya, hal 3 dan 4
[2] Ibid, hal 4
[3] Zulkarimen Nasution ( 1990), prinsip-prisip komunikasi untuk penyuluhan. Jakarta. hlm 11-12

[4] Morissan (2005) Psikologi komunikasi, bogor: ghalia indonesia, hal 4
[5] Morissan (2005) Psikologi komunikasi, hal 5 dan 6
[6] Rakhmat, J, (2005). Psikologi komunikasi, bandung: pt remaja rosdakarya, hal 5
[7] Morissan (2005) Psikologi komunikasi,  hal 6 dan 7
[8] Morissan (2005) Psikologi komunikasi hal 7
[9] Morissan (2005) Psikologi komunikasi, hal 10.
[10] Morissan (2005) Psikologi komunikasi, hal 10 dan 11.
[11] Morissan (2005) Psikologi komunikasi, hal 11.
[12] Morissan (2005) Psikologi komunikasi, hal 11.
[13] Rakhmat, J, (2005). Psikologi komunikasi, bandung: pt remaja rosdakarya, hal 9
[14] Rakhmat, J, (2005). Psikologi komunikasi, bandung: pt remaja rosdakarya, hal 11 dan 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar