BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Komunikasi
adalah hal yang penting bagi manusia, karena dengan berkomunikasi membantu
pertumbuhan manusia, membantu mendapatkan informasi-informasi, dengan
berkomunikasi menumbuhkan persahabatan, memelihar kasih sayang, menyebarkan
ilmu pengetahuan, selain itu membuat perpecahan, menanamkan kebencian.
Penulis
percaya dengan berkomunikasi meningkatkan kualitas hidup. Hubungan kita dengan
sesama manusia dapat ditingkatkan dengan memahami dan memperbaiki komunikasi
yang kita lakukan. Psikologi mempelajari proses yang yang mempengaruhi tingkah
laku dalam komunikasi. Maka dari itu kita harus belajar tentang psikologi
komunikasi.
B.
Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimasud dengan komunikasi?
2. Apakah yang dimasud dengan psikologi
komunikasi?
C.
Tujuan
Tujuan pembuatan makalah adalah untuk
memenuhi tugas psikologi komunikasi, mempelajari spsikologi komunikasi dan
memberikan informasi kepada pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Komunikasi
Dicionary of behavioral sceince,
menyebutkan enam pengertian komunikasi:
1. Penyampaian perubahan enerrgi dari
tempat ketempat yang lain seperti dalam sistem syaraf atau penyampaian
gelombang-geombang suara.
2. Penyampaian atau penerimaan signal atau
pessanoleh organisme.
3. Pesan yang disampaikan.
4. (teori komunikasi). Proses yang
dilakukan suatu sistem untuk mempengaruhu sistem yang lain melalui pengaturan
signal-signal yang disampaikan.
5. (K. Lewin) pengaruh suatu wilayan persona
pada wilayah persona sehingga dalam perubahan dalam suatu wilayah menimbulkan
perubahhan yang berkaitan pada wilayah lain.
6. Pesan pasien kepada pemberi terapi daa
psikoterapi.[1]
Jadi
psikologi menyebut komunikasi pada penyampaian energi dari alat-alat indera keotak,
pada peristiwa penerimaan dan pengolahan informasi, pada proses saling
pengaruh di antara berbagai sistem dalam
diri organisme dan di antara organisme.[2]
B.
Komunikasi sebagai suatu proses
Prinsip
bahwa komunikasi di jadikan sebagai suatu proses, penting sekali di jadikan
pedoman, karena hal itu menunjukan kepada kita bahwa pada hakekatnya sebagai
suatu proses maka komunikasi tidak mempunyai awal dan akhir yang definitive.
Segala sesuatu pengalaman, pengetahuan, tentang opera topic, informasi umum, serta
sikap kita yang berasal dari masa lalu ikut berepengaruh pada respon yang kita
lakukan terahadap sesuatu yang kita terima dari komunikasi.
Book
et al., (1980), menyatakan pada konsep komunikasi sebagai suatu proses membantu
kita memahami dan mengatasi hambatan komunikasi, karena hal itu mengingatkan
kita bahwa apa yang di bawa dan
diperoleh seseorang pada peristiwa komunikasi adalah berbeda. Prinsip proses
tersebut juga menjadi catatan bagi kita bahwa komunikasi bersifat mengalir.
Seterusnya dikatakan, bahwa komunikasi merupakan suatu suatu proses
transaksiaonal dan simbolik yang memungkinkan orang untuk berhubungan dan
mengelola lingkungan mereka melalui :
·
Penegakan
kontak antar manusia.
·
Tukar
menukar informasi
·
Memantapkan
siakap dan perilaku orang lain.
·
Mengubah
sikap dan perilaku orang lain.
Sifat
transaksional dari proses komunikasi berarti bahwa semua orang ikut
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komunikasi, dan juga hubungan mereka dalam
interaksi tersebut.[3]
C.
Unsur-unsur Proses Komunikasi
Untuk
dapat berlangsungnya peristiwa komunikasi yang mana pun, senantiasa harus ada
setidak tidaknya tiga unsure yang memungkinkan terjadinya komunikasi, yaitu :
sumber (source), pesan (message), dan penerima (receiver). (Schramm, 1961).
Sumber,
atau yang juga di sebut sebagai komunikator, bisa berupa orang perorangan
(individu), atau berupa suatu organisasi komunikasi yang terdiri dari banyak
orang, seperti penerbit suratkabar, stasiun radio dan televise, atau pun suatu
perusahaan film. Beberapa sebutan lain yang lazim dipakai untuk unsur-unsur
komunikasi tadi adalah: pengirim (sender), pengenkod (encoder), actor (actor),
untuk sumber, destination (tujuan), pendekod (decorder), dan komunikasi, untuk
penerima.
Komunikasi
sebagaimana asal katanya dari bahasa latin : communis atau dalam bahasa inggris
: common, berarti menjadikan sesuatu sebagai pengetahuan atau pengertian
bersama. Ketika orang berkomunikasi, pada hakekatnya ia mencoba atau berusaha
untuk menegakkan suatu kebersaman dengan seseorang, yaitu penerima dalam
komunikasi tersebut.
D.
Dukungan komunikasi (communication support) untuk
penyuluhan
Dukungan
komunikasi (communication support) adalah penggunaan yang terkordinir dari
berbagai metoda komunikasi untuk keperluan pemusatan perhatian kepada, dan
menawarkan suatu pemecahan terhadap suatu problem tertentu.
Apapun
masalahnya atau subjek yang akan di suluhkan, satu hal yang pasti adalah
senantiasa di perlukan keterampilan berkomunikasi untuk dapat mentuluhkannya
dengan baik. Mengapa demikian? karena keterampilan berkomunkasi ini merupakan
bekal dasar untuk menyampaikan sesuatu untuk orang lain. Keterampilan ini
antara lain menyangkut bagaimana mengutarakan sesuatu dengan jelas, dapat
dimengerti oleh orang lain yag mendengarkan kita. Banyak contoh yang sering
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, dimana orang yang berfungsi sebagai
pengajar, atau guru, atau pun petugas lainnya tidak mampu menyampaikan pengajarannya
dengan cara yang dapat di fahami oleh pendengarnya.
Dalam
bidang komunikasi, suatu rencana komunikasi bahkan merupakan suatu perkakas
komunikasi yang penting untuk dapat melaksanakan kegiatan penyuluhan yang
dimaksud. Beberapa prinsip penting dalam menyusun rencana komunikasi (Middleton
dan Lin, 1975).
a. Perencanaan komunikasi membutuhkan
konsultasi
b. Rencana yang disusun hendaklah fleksibel
c. Rencana yang disusun harus mengandung
‘’what to do’’ dan ‘’how to do it’.
E.
Ruang Lingkup Psikologi komunikasi
Psikologi
Komunikasi sangat bermanfaat dalam membantu kita memahami berbagai situasi
sosial dimana kepribadian menjadi penting didalamnya, atau bagaimana penilaian
seorang (judgements) menjadi bias karena adanya faktor kepercayaan (belief) dan
peraaan (feeling) serta bagaimana seseorang memiliki pengaruh terhadap orang
lain.[4] Berbagai
teori dan pemikiran dalam psikologi komunikasi dapat dibagi kedalam tiga cabang
besar:
a) Teori Prilaku
Variasi
pertama yaitu prilaku memberikan perhatian pada bagaimana seseorang berprilaku
atau bertindak dalam berbagai situasi
omunikasi yang dihadapinya.
b) Teori Kognitif
Teori
kognitif memberikan perhatian pada bagaimana individu memperoleh, menyimpan dan
mengelola informasi yang akan menghasilkan periaku dan tindakan.
c) Teori Biologis
Tori
biologis menjelaskan bagaimana peran dan struktur dan fungsi otak serta faktor
genetik yang dimiliki seseorang mempengaruhi prilakunya.[5]
F.
Individu Sebagai Komunikator
Komunikasi
sangat penting bagi individu, dari berkomunikasi akan mengetahui berbagai
informasi dan ia akan bertindak
berdasarkan informasi yang sudah ia miliki. Psikologi juga tertarik pada
komunikasi antara individu: bagaiman pesan dari seorang individu menjadi
stimulus yang menimbulkan respon pada individu yang lain. Pada saat pesan
sampai pada diri komunikator, psikologi meliha tkedalam proses penerimaan
pesan, menganalisa faktor–faktor personal dan situasional yang mempengaruhinya,
dan menjelaskan berbagai corak komunikan ketika sendirian atau dalam kelompok.[6]
Komunikasi
interpersonal berkenaan dengan ‘saya’: siapakah saya sebagai komunikator?
Kemampuan apa yang saya miliki untuk berkomunikasi? Apa yang membedakan saya
dengan komunikator lainnya? Bagaimana orang lain menilai tingkah laku saya?
Bagaimana saya hrus menyesuiakan diri dari satu situasi kepada situasi
lainnya?. Dua teori komunikasi yang sangat
berpengaruh dan penting dalam komunikasi interpersonal adalah: teori sifat dan
teori kognitif.[7]
G.
Sifat Individu
Berbagai
kategori sifat komunikator telah lam dipelajari dalam riset komunikasi namun
demikian, terdapat tiga kategori sifat komunikator yang paling menarik dan
palin sering dibahas dalam literatur komunikasi[8]:
a. Sifat mementingan diri sendiri
Dalam
literatur psikologi istilah conversational
narcissim untuk menggambarkan sifat komunikator yang cenderung mementingkan
diri sendiri.
b. Sifat berdebat
Komunikator
dengan sufat ini cenderung bersifat tegas dalam mengungkapkan pandangannya
terhadap sesuatu.
c. Sifat cemas
Menurut
Paterson dan Ritts, kecemasan sosial dan komunikasi memiliki aspek fisik;
seperti denyut jantung atau wajah memerah karena malu, aspek tingkah laku;
seperti penghindaran dan perlindungan diri, serta aspek kognitif; seperti
terlalu fokus terhadap diri sendiri serta timbulnya perasaan negatif.
H.
Faktor Sifat dan Keturunan
Sifat
umum yang dapat menjelaskan banyak sifat lainnya serta menjelaskan berbagai
perbedaan di antara individu. Salah satu faktor model sifat yang paling populer
adalah yang dikemukakan oleg Digman yang menyatakan adanya lima faktor sift
yaitu sebagi berikut[9]:
·
Sifat
neorotisme atau kecenderungan untuk merasakan aura negatif dan perasaan tidak
bahagia (menderita).
·
Sifat
ekstraversi (extravation), atau kecenderungan senang bergaul, menukai kelompok
lain, percaya diri dan berfikir optimis.
·
Sifat
terbuka (oppenness), atau kecenderungan senang berfikir (reflective), memiliki
daya imajinasi, memberikan perhatian pada perasaan (inner feeling) serta memili
kecenderungan berpkir bebas.
·
Sifat
setuju (agreeableness), yaitu kecenderungan untuk menyukai atau bersimpati
terhadap orang lain, suka membantu atau menolong orang lain serta cenderung
menghindari pertentangan antagonisme).
·
Sifat
hati-hati atau kecenderungan untuk bersikap disiplin (self-disciplined), tidak
mudah menurut kata hati, teratur (well organized) serta menyelesaikan tugas
dengan tuntas.
James
McCroskey dan rekan yang mengemukakan pandangan bahwa sifat dipengaruhi oleh
faktor genetik. Menurut dia, sifat adalah kecenderungan dari tempramen yang
berasal dari struktur saraf biologis
yang ditentukan secara genetik atau sifat ditentukan oleh aktivitas yang
terjadi pada otak manusia.[10]
Menurutnya, bagaimana kita merasakan dan mengamati lingkungan sangat bergantung
pada apa yang terjadi didalam otak kita dan pada gilirannya bagaiman otak kita
bekerja juga sangat ditentukan oleh faktor genetis. Manusia memiliki banyak
sifat namun jumlah sifat itu dapat disederhanakan menjadi hanya tiga sifat
utama yang sebagai berikut[11]:
1. Ekstraversi, atau sifat untuk cenderung
melihat keluar atau outward focus.
2. Neurotisme, atau sifat cemas.
3. Psikotosisme, atau kekurangan kontrol
terhadap diri sendiri (lack of self control).
McCroskey menyimpulkan bahwa
penyebab orang mengalami kecemasan yang serius dalam berkomunikasi adalah
faktor biologis. Dengan kata lain, tingginya tingkat kecemasan berkomunikasi
ini disebabkan faktor keturunan.[12]
I.
Ciri pendekatan psikologi komunikasi
Fisher menyebut empat ciri
pendekatan psikologi pada komunikasi: penerimaan stimuli secara indrawi, proses
yang mengantarai stimuli dan respons,
prediksi respons dan peneguhan respons. Psikologi melihat komunikasi dimulai
dengan dikenainya masukan kepada organ-organ pengindraan kita yang berupa data.
Stimuli berbentuk orang, pesan, suara, warna pokoknya segala hal yang
mempengaruhi. Stimuli ini kemudian diolah dalam jiwa kita dalam ‘’kotak hitam’’
yang tidak pernah kita ketahui. Kita hanya mengambil kesimpulan tentangproses
yang terjadi pada ‘’kotak hitamm’’ dari respon yang tampak. Kita mengetahui
bahwa ia tersenyum, tepuk tangan, dan meloncat-loncat, passti ia dalam keadaan
gembira.[13]
Seorang psikolog komunikasi akan
menggunakan pendekatan yang berbeda. Pertama, ia menyingkirkan semua sikap
meihak dan semua usaha menilai secara formatif (mana yang benar, mana yang
salah). Ia akan mencari prinsip-prinsip umum yang menjelaskan pendektan diatas.
Kedua, ketika merumuskan prinsip-prinsip umum, psikologi komunikasi harus
menguraikan kejadian menjadi satuan-satuan kecil utntuk dianalisa. Ketiga,
psikologi komunikasi berusaha memahami peristiwa komunikasi dengan menganalisa
keadaan internal (internal state) ‘’suasana batiniah individu’’.[14]
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Psikologi
menyebut komunikasi pada penyampaian energi dari alat-alat indera keotak, pada
peristiwa penerimaan dan pengolahan informasi, pada proses saling pengaruh di antara berbagai sistem dalam diri
organisme dan di antara organsme. konsep komunikasi sebagai suatu proses
membantu kita memahami dan mengatasi hambatan komunikasi, karena hal itu
mengingatkan kita bahwa apa yang di bawa
dan diperoleh seseorang pada peristiwa komunikasi adalah berbeda. Untuk dapat
berlangsungnya peristiwa komunikasi yang mana pun, senantiasa harus ada setidak
tidaknya tiga unsure yang memungkinkan terjadinya komunikasi, yaitu : sumber
(source), pesan (message), dan penerima (receiver). (Schramm, 1961). Dukungan
komunikasi (communication support) adalah penggunaan yang terkordinir dari
berbagai metoda komunikasi untuk keperluan pemusatan perhatian kepada, dan
menawarkan suatu pemecahan terhadap suatu problem tertentu
[1] Rakhmat,
J, (2005). Psikologi komunikasi, bandung:
pt remaja rosdakarya, hal 3 dan 4
[2] Ibid,
hal 4
[3] Zulkarimen Nasution ( 1990), prinsip-prisip
komunikasi untuk penyuluhan. Jakarta. hlm 11-12
[4] Morissan
(2005) Psikologi komunikasi, bogor:
ghalia indonesia, hal 4
[5] Morissan
(2005) Psikologi komunikasi, hal 5
dan 6
[6] Rakhmat,
J, (2005). Psikologi komunikasi, bandung:
pt remaja rosdakarya, hal 5
[7] Morissan
(2005) Psikologi komunikasi, hal 6 dan 7
[8] Morissan
(2005) Psikologi komunikasi hal 7
[9] Morissan
(2005) Psikologi komunikasi, hal 10.
[10] Morissan
(2005) Psikologi komunikasi, hal 10
dan 11.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar