mereka yang lebih banyak mencintai dialah yang lebih banyak berkorban, yang siap menghapus air matanya ketika ia sedih, siap menjadi cahayanya ketika gelap, siap menjadi kehangatannya ketika dingin, siap menjadi penyejuknya ketika panas, siap menjadi kebahagiaannya ketika sedih,
namun tidak dengan diri dia, pengorbanan dan kesiapan itu bukan hal yang istimewa dimatanya. hingga berujung kepada kekecewaan yang membuat hati mu ciut seperti balon yang kehilangan udara.
pernahkah kamu merasakan hal seperti itu? mencintai makhluk Allah melebihi cinta mu kepada Tuhan semesta alam?
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu secara marfu’:
أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا، وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا
“Cintailah kekasihmu sewajarnya, karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi seorang yang engkau benci. Dan bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saa karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu” HR Tirmidzi dan dishahihkan oleh syaikh Al Alban
cukup mencintai dan membenci sewajarnya, cukup mencintai karena ketika kamu tersakiti tidak banyak membenci, cukup membenci karena ketika kamu banyak memikirkannya bisa saja kamu mencinta. karena cinta dan benci adalah hal yang nyaris sama.
sama-sama memikirkan dia...
__________________http://www.alamiry.net/2014/03/cintailah-sewajarnya-dan-bencilah.htmlx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar