Rabu, 12 Juli 2017

sahabat tempat curhat, cerita Dinda dengan Rima

saya bercerita,,, pada suatu hari.....

cuaca semakin terik namun dua orang pemudi masih bercakap-cakap ditengah taman yang tersorot matahari, salah satu dari mereka menutup muka dan bahunya bergetar, terlihat jelas sekali ia menangis . Disisi lain temannya mondar-mandir terkadang ia menunjuk-nunjuk temannya yang sedang menangis, ia duduk dan mengusap rambut temanya.
‘’Dinda,,, kalau kayak gini mau diapain lagi? Udah jangan nangis terus dari awal gw udah bilang sama lo,, bahkan gw udah sering peringatin lo!!’’ ucap Rima dengan raut muka sebal.
‘’gue nggak… tau.. ka..lo… huhhh… bakalan kayak gini’’ dengan terbata-bata Dinda  melanjutkan pembelaannya ‘’gguee kemarin…’’ Dinda mengambil nafas. ‘’dia terus telpon gue, ggue kecapeaann,, dan ggue nggak tau ka..kalo…’’. isakannya semakin kencang.
 ‘’udah,,, jangan nangis terus’’ Rima terus mengusap-usap bahu temannya. ‘’gw nggak marah sama lo Din, gw cuma sebel kenapa lo gampang banget suka sama cowok’’ Rima menggelengkan kepala tidak percaya.‘’gw ngerti perasaan lo Din, tapi sekarang lo harus berhenti nangis,,, sekarang lo harus move on dan tunjukin kalo dia buka cowok satu-satunya  didunia ini’’. Rima terus berbicara.
 ’Rim,,,!!’’ Dinda mengusap air matanya dan melihat kesumber suara.
‘’lo udah buat kita dikeluarin dari kelas dan jangan sampai kita didatengin satpam gara-gara suara tangis lo” Rima sewot.
Mereka terdiam suara angin menambah kesunyian, terik matahari tak membut mereka berpindah tempat yang lebih nyaman, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
‘’ok,,,’’ suara Dinda memecahkan kesunyian ia terus mendesah “gue… benci Doni,, gw … nyesel udah sayang sama dia’’. Dinda masih menutup mukanya dan air matanya terus menetes.
‘’lo gak boleh ngulangin kesalahan ini, lo udah dewasa buat milih cowok yang bener-bener sayang sama lo’’. Ucap Rima tegas
‘’lo bener Rim,,, tapi  memilih cowok yang bener-bener itu susah’’ Kata-kata Rima membuat suasana hati Dinda lebih tenang, ia mengusap air mata lalu mengenggam tangan sahabatnya. mereka menghiraukan matahari yang semakin terik. ‘’
‘’laki-laki sejati tidak memainkan perasaan wanita Din…’’ Mata Rima terus menerawang.
Tiba-tiba Dinda memeluk Rima erat, terdengar suara isakan yang tertahan.’’ggue.. beruntung pppunya temen kayak lo Rim’’ suara Dinda hampir tidak terdengar. Rima membalas pelukan sahabatnya ‘’gw juga beruntung punya sahabat nyebelin kayak lo’’.
Seketika awan menutupi matahari, cuaca yang selagi tadi menusuk kulit berubah menjadi mendung. Tiupan angin membuat siapa saja yang merasaknnya nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar