Resume buku rekayasa sosial karya jalaludin rahmat
KERANCUAN
BERERFIKIR DAN MITOS
Perubahan
sosial yang bergerak melalui rekayasa sosial harus dimulai dengan perubahan
cara berfikir. Mustahil ada perubaha kearah yang benar kalau kesalahan berfikir
masih menjebak benak kita.
Kesalah-kesalahn
berfikir (intellectual cul-de-sac)
1. Falacy
of Dramatic Instance
Falacy
of Dramatic Instance berawal dari kecenderungan orang untuk melakukan apa yang
dikenal dengan over-generalisation. Yaitu, penggunaan satu dua kasus untuk
mendukung argumen yang bersifat umum.
2. Falacy
of Retrospectife Determinims
Determinimse
selalu saja lebih memperhitungkan masa silam ketimbang masa mendatang.
Determinims Retrospectife adalah upaya kembali pada sesuatu yang seakan-akan
sudah ditentukan didalam sejarah yang telah berlalu.
3. Post
Hoc Ergo propter Hoc
Post
artinya sesudah; hoc artinya demikian; ergo arinya karena itu; propter artinya
disebabkan; dan hoc artinya demikian. Singkatnya : sesudah itu – karena itu –
oleh sebab itu.
4. Fallacy
of Misplaced Concretness
Misplaced
berarti salah letak. Concretness artinya kekongkritan. Jadi kesalahan berfikir
ini muncul karena kita menkonkretkan sesuatu yang pasa hakikatnya abstrak.
5. Argumentum
ad Verecudiam
Beragumen
dengan menggunakan otoritas. Walaupun otoritas itu tidak relevan dan ambigu.
Otoritas itu sesuatu atau seseorang yang sudah diterima kebenarannya secara
mutlak seperti Al-Quran dan Rasulullah SAW.
6. Fallacy
of Composition
Dugaan
bahwa terapi yang berhasil untuk satu orang pasti juga berhasil untuk semua
orang.
7. Circular
Reasoning
Artinya
pemikiran yang berputar-putar; menggunakan konklusi untuk mendukung asumsi yang
digunakan lagi untuk menuju konklusi semula.
Mitos-Mitos
Sosial
1. Mitos
Deviant
Berawal
dari pandangan bahwa masyarakat itu stabil, statis, dan tidak berubah-ubah.
Kalaupun terjadi perubahan, maka perubahan itu adalah penyimpangan sesuatu yang
stabil.
2. Mitos
Trauma
Mitos
ini mengatakan bahwa perubahan menimbulkan krisis emosional dan stress mental.
Yang menimbulkan stress didunia ini adalah diri kita sendiri.
B.
MAKNA
REKAYASA SOSIAL
Perubahan
prilaku pada tingkat individu dapat berpengaruh pada perubahan prilaku orang lain.
Setiap perubahan sosial dimulai denga mengarahkan perhatian kita pada perubahan
individual, dengan mengubah sikap individu.
1. Dimensi-dimensi
perubahan sosial
Perubahan
sosial yang terjadi secara terus-menerus tetapi perlahan-lahan tanpa kita rencanakan
disebut perubahan sosial yang tidak terencana. Ada juga perubahan sosial yang
kita rencanakan, kita disain, dan kita tetapkan tujuan dan strateginya.
2. Sebab
Musabab perubahan sosial
Max
weber berpendapat ide mempengaruhi masyarakat. Yang mempengaruhi perubahan
adalah tokoh-tokoh besar dan munculnya pergerakan sosial. strategi perubahan
sosial sangat bergantung pada apa yang kita anggap sebagai sebab-musabab
terjadinya perubahan.
3. Pembangunan
dan Reformasi
Development
adalah proses sosial yang direncanakan atau direkayasa. Development berkisar pada bagaimana mengubah
masyarakat dengan mengubah sistem ekonominya.
4. Strategi-Strategi
Perubahan Sosial
Perubahan
sosial bisa juga dilakukan dengan revolusi atau peoples power, merupakan bagian
dari power strategy (strategi perubahan sosial dengan kekuasaan). Strategi
perubahan yang lainnya adalah persuasive
strategy dan strategy normative reeducative.
5. Problem
Sosial, problem individual dan aksi sosial
Problem
adalah perbedaan antara das sollen (yang seharusnya, yang kita inginkan) dan das sein (yang nyata,
yang terjadi). Problem bisa bertarap sosial dan bisa indivudual, untuk
mengatasi perubahan sosial, kita perlu mengubah institusi-institusi sosial,
sistem sosial dan norma-norma sosial yang sebeblumnnya beraku dalam suatu
masyarakat. Problem sosial yang disebut para ilmuan adalah kemiskinan, kejahaan
dan pertikaian/konflik.
Aksi
sosial adalah upaya untuk mengubah masyarakat dan menegakkan keadilan lewat
dikusi dan argumentasi rasional.
6. Analisis
Aksi Sosial
Phillip
Kotler menyebutkan lima unsur aksi sosial yaitu sebab, sang pelaku perubahan,
sasaran perubahan, saluran dan strategi perubahan.
C.
PROSES
PERUBAHAN SOSIAL
1. Ideas
Menentukan Sejarah
Kekuatan
sejarah akan sangat ditentukan oleh ideas. Ideologislah yang akan menentukan
perubahan ekonomi sistem sosial dan struktur politik. Suatu masyarakat dikatkan
mengalami perubahan sosial jika sistem sosialnya juga berubah. Semua perubahan
sosial dimulai dari perubahan tingkah laku manusia.
Maks
weber berpendapat bawha super structure,soft belife system, ideology adalah
faktor yang sangat aktif dan efektif dalam mengubah sejarah terbukti dengan
munculnya kapitalism. Kapitalism adalah sebuah sisem sosial yang dasar pencarian keuntungan dan tindakan-tindakan
rasional. Semangat kapitalisme terdiri dari tiga rukun yaitu, motif memperoleh
laba, hidup zuhud atau sederhana dan semangat misi.
2. Tiga
kebutuhan
a. Need
for achievement (keinginan untuk berprestasi)
b. Need
for afiliation (keinginan untuk bersahabat)
c. Need
for power (keinginan untuk berkuasa)
3. Projection
technique
Projection
technique adalah teknik menafsirkan gambar.
Projection technique yang dilakukan McClelland bisa menggunakan gambar
ataupengandaian.
4. Ideas
as Historical Forces
Ideas
as Historical Forces merupakan teori dari manusia modern untuk membedakan
dirinya dengan manusia tradisional. Berikut adalah ciri-ciri manusia modern
yaitu Ia terbuka pada pengalaman-pengalaman yang baru dan tidak mencurugai
pendapat-pendapat baru atau pikiran-pikiran baru, kemandirian (independance),
percaya kepada sains untuk memecahkan masalah, mobiliti orientation, mempunyai
rencana jangka panjang, aktif berpolitik. Sedangkan manusia tradisional
bersifat tertutup dari gagasan baru, tidak toleran terhadap pendapat,
bergantung sekali pada otoritas dan percaya kepada takhayul.
5. Homo
sovieticus
Jenis
kepribadian yang menghambat perubahan sosial. Ciri-ciri homo savieticus
ditandai dengan kepribadian yang pecah semacam shizophrenia, ketidak percayaan
pada apa yang disampaikan didepan publik sebaliknya mereka sangat percaya pada
desas-sesus atau ramalan yang disampaikan oleh media yang tidak resmi.
D.
HOMO
ORBACIUS
Adalah
manusia yang terbentuk karena pemeritahan orba. Kepribadian homo orbacius
karena lamanya pikiran mereka dikontrl oleh penguasa. karena lamanya penataran
P4 yang dilakukan terus menerus sejak SD, SMP, SMA sampai masuk universitas.
Bahasa dipergunakan oleh penguasa untuk
mengontrol pikiran kita sampai bahasapun mereka ubah atau mereka bentuk. Berikut
penjelasan mengenai homo sovieticus:
1. Double
Talk
Orang
memisahkan antara apa yang mereka katakan dan apa yang benar-benar mereka
lakukan. Mereka tidak merasa risih kalau apa yang mereka lakukan berbeda apa
yang mereka bicarakan.
2. Phoney
Actions and Ritualistic Activities (rekayasa dan ritualisasi makna)
Phoney
actions adalah tindakan yang direkayasa tapi kemudian maknanya sudah dibikin atau dibikin setelah itu.
3. Structure
of Organized lying
Orang
polandia memiliki dua bahsa yaitu bahasa didepan umumdan bahasa dikalangan
terbatas. Bahasa yang dipergunakan sama, tetapi strukturnya, kata-katanya,
fasiologinya, dan kosa katanya bisa
berbeda. Kata yang sama yang digunakan didepan umum mungkin berarti lain jika digunakan dikalangan terbatas.
4. Parasitic
Inovativeness (kepribadian untuk menemukan hal-hal baru)
Orang
yang kreatif diukur dari keinovatifannny. Anda bekerja pada sebua lembaga anda akan menemukan cara untuk memperkaya
diri dilembaga itu dan lembaga itu lama kelamaan akan mati, sementara anda
sendiri hidup semakin makmur itulah
Parasitic Inovativeness.
5. Prologed
Infantilism (masa kanak-kanak yang kelamaan)
Prologed
Infantilism adalah anak-anak yang selalu ingin diberi fasilitas oleh
orangtuanya tetapi sanat tidak suka memikul tanggung jawab.
E.
MANUSIA-MANUSIA
BESAR
Manusia
besar seperti percikan api yang membakar kayu bakar kemudian meledak dan
mengubah sejarah dalam waktu yang singkat. Thomas Carlyle memandang sejarah
sebagai biografi dari manusia-manusia besar lebih lanjut ia mengatakan manusia
besar adalahh jiwa dari sejarahumat masnusia.
1. Shades
of Greatness (bayang-bayang kebesaran)
Kita
dapat mengukur kebesaran seseorang dari sejauh mana kebesarannya itu
membanyangi sesudahnya. Manusai besar lahir karena terjadinya satu peristiwa
besar yang tidak diharapkan untuk terjadi, atau setidaknya tidak sesuai denga
ajaran yang dianut itu.
2. Teori-Teori
Manusia Besar
Ada dua hal yang
membuat manusai menjadi besar: kekuatan intelektual untuk memahami realitas dan
kemampuan bertindak yang tepat. Ali Syariati pernah membedakan dua jenis orang
pintar:ilmuan dan intelektual. Ilmuan bersifat universal dan intelektual
bersifat lokal.Dalam teori carlyle, seorang
manusia besar adalah intelektual universal. Betapapun besarnya manusia,
ia akan dibatasi oleh konteks sejarah, situasi sosial dan situasi konkret sejarah.
F.
REVOLUSI
Revolusi
muncul sebagi strategi terbaik. Reformasi diangap lamban semetara perut tidak
tidak bisa menunggu. Revolusi adalah manivesatasi perubahaan sosial yang paling spektakuler, revolusi tidak membiarkan apapun
seperti sebelumnya, revolusi menutup satu jaman dan membuka zaman yang baru.
1. Devinisi
revolusi
Secara
umum revolusi artinya gerkan berputar, gerakan srikur. Revolusi diartikan
sebagai pergantian dan perputaran elite kekuasaan pada negara-negara baru. Revolusi
adalah peristiwa sosial yang dahsyat, menggelorakan perasaan, menjungkir
balikan tatanannilaidan lembaga-lembaga sosial.
2. Teori-Teori
revolusi
Mazhab
revolusi yaitu: mazhab behavioral ditandai dengan perubahan prilaku manusia
yang fundamental, mazhab psikologis/ relative deprivation theory konsep ini
berasal dari Runciman, adalah perbedaan antara situasi yang kita kehendaki
dengan situasi kita yang sekarang ini. Mazhab struktural yang meliputi
konfigurasi hubungan antar warga negara dan negara, ia mengabaikan peranan para
aktor revolusi. mazhab politik, revolusi
hanayalah kelanjutan politik denga cara lain.
KRITIK DAN SARAN
Penulis
buku ini ingin berbagi ilmu kepada mahasiswa dengan menggunakan pengalaman dan
pemikirannya tentang nilai-nilai sosial, kebudayaan, sains dan agama. Berbagai
tema-tema menarik tentang kehidupan manusia dikupas dengan rasional dan mudah
dimengerti, sehingga pembaca akan merasa asyik dan terus ingin membaca.
Menurut
saya penulis memiliki pemikirin yang bebas karena penulis tidak semata-mata
mementingkan pendapatnya pribadi namun masih menerima pendapat-pendapat orang
lain. Penulis lebih mengajarkan perubahan individu dari pada perubahan sosial,
dan ia mengikuti paham bahwa masyarakat berubah karena ideas. Menurut penulis
Perubahan sosial yang bergerak melalui rekayasa sosial harus dimulai dengan
perubahan cara berfikir. Mustahil ada perubaha kearah yang benar kalau
kesalahan berfikir masih menjebak benak kita. Perubahan cara berfikir adalah hal
yang ditekankan penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar