Sabtu, 09 April 2016

Resume buku Tekayasa sosial karya jalaludin rahmat


  Resume buku rekayasa sosial karya jalaludin rahmat


KERANCUAN BERERFIKIR DAN MITOS
Perubahan sosial yang bergerak melalui rekayasa sosial harus dimulai dengan perubahan cara berfikir. Mustahil ada perubaha kearah yang benar kalau kesalahan berfikir masih menjebak benak kita.
Kesalah-kesalahn berfikir (intellectual cul-de-sac)
1.      Falacy of Dramatic Instance
Falacy of Dramatic Instance berawal dari kecenderungan orang untuk melakukan apa yang dikenal dengan over-generalisation. Yaitu, penggunaan satu dua kasus untuk mendukung argumen yang bersifat umum.
2.      Falacy of Retrospectife Determinims
Determinimse selalu saja lebih memperhitungkan masa silam ketimbang masa mendatang. Determinims Retrospectife adalah upaya kembali pada sesuatu yang seakan-akan sudah ditentukan didalam sejarah yang telah berlalu.
3.      Post Hoc Ergo propter Hoc
Post artinya sesudah; hoc artinya demikian; ergo arinya karena itu; propter artinya disebabkan; dan hoc artinya demikian. Singkatnya : sesudah itu – karena itu – oleh sebab itu.
4.      Fallacy of Misplaced Concretness
Misplaced berarti salah letak. Concretness artinya kekongkritan. Jadi kesalahan berfikir ini muncul karena kita menkonkretkan sesuatu yang pasa hakikatnya abstrak.
5.      Argumentum ad Verecudiam
Beragumen dengan menggunakan otoritas. Walaupun otoritas itu tidak relevan dan ambigu. Otoritas itu sesuatu atau seseorang yang sudah diterima kebenarannya secara mutlak seperti Al-Quran dan Rasulullah SAW.
6.      Fallacy of Composition
Dugaan bahwa terapi yang berhasil untuk satu orang pasti juga berhasil untuk semua orang.
7.      Circular Reasoning
Artinya pemikiran yang berputar-putar; menggunakan konklusi untuk mendukung asumsi yang digunakan lagi untuk menuju konklusi semula.
Mitos-Mitos Sosial
1.      Mitos Deviant
Berawal dari pandangan bahwa masyarakat itu stabil, statis, dan tidak berubah-ubah. Kalaupun terjadi perubahan, maka perubahan itu adalah penyimpangan sesuatu yang stabil.
2.      Mitos Trauma
Mitos ini mengatakan bahwa perubahan menimbulkan krisis emosional dan stress mental. Yang menimbulkan stress didunia ini adalah diri kita sendiri.
B.     MAKNA REKAYASA SOSIAL
Perubahan prilaku pada tingkat individu dapat berpengaruh pada perubahan prilaku orang lain. Setiap perubahan sosial dimulai denga mengarahkan perhatian kita pada perubahan individual, dengan mengubah sikap individu.
1.      Dimensi-dimensi perubahan sosial
Perubahan sosial yang terjadi secara terus-menerus tetapi perlahan-lahan tanpa kita rencanakan disebut perubahan sosial yang tidak terencana. Ada juga perubahan sosial yang kita rencanakan, kita disain, dan kita tetapkan tujuan dan strateginya.
2.      Sebab Musabab perubahan sosial
Max weber berpendapat ide mempengaruhi masyarakat. Yang mempengaruhi perubahan adalah tokoh-tokoh besar dan munculnya pergerakan sosial. strategi perubahan sosial sangat bergantung pada apa yang kita anggap sebagai sebab-musabab terjadinya perubahan.
3.      Pembangunan dan Reformasi
Development adalah proses sosial yang direncanakan atau direkayasa.  Development berkisar pada bagaimana mengubah masyarakat dengan mengubah sistem ekonominya.
4.      Strategi-Strategi Perubahan Sosial
Perubahan sosial bisa juga dilakukan dengan revolusi atau peoples power, merupakan bagian dari power strategy (strategi perubahan sosial dengan kekuasaan). Strategi perubahan yang lainnya adalah  persuasive strategy dan strategy normative reeducative.
5.      Problem Sosial, problem individual dan aksi sosial
Problem adalah perbedaan antara das sollen (yang seharusnya,  yang kita inginkan) dan das sein (yang nyata, yang terjadi). Problem bisa bertarap sosial dan bisa indivudual, untuk mengatasi perubahan sosial, kita perlu mengubah institusi-institusi sosial, sistem sosial dan norma-norma sosial yang sebeblumnnya beraku dalam suatu masyarakat. Problem sosial yang disebut para ilmuan adalah kemiskinan, kejahaan dan pertikaian/konflik.
Aksi sosial adalah upaya untuk mengubah masyarakat dan menegakkan keadilan lewat dikusi dan argumentasi rasional.
6.      Analisis Aksi Sosial
Phillip Kotler menyebutkan lima unsur aksi sosial yaitu sebab, sang pelaku perubahan, sasaran perubahan, saluran dan strategi perubahan.
C.    PROSES PERUBAHAN SOSIAL
1.      Ideas Menentukan Sejarah
Kekuatan sejarah akan sangat ditentukan oleh ideas. Ideologislah yang akan menentukan perubahan ekonomi sistem sosial dan struktur politik. Suatu masyarakat dikatkan mengalami perubahan sosial jika sistem sosialnya juga berubah. Semua perubahan sosial dimulai dari perubahan tingkah laku manusia.
Maks weber berpendapat bawha super structure,soft belife system, ideology adalah faktor yang sangat aktif dan efektif dalam mengubah sejarah terbukti dengan munculnya kapitalism. Kapitalism adalah sebuah sisem sosial yang  dasar pencarian keuntungan dan tindakan-tindakan rasional. Semangat kapitalisme terdiri dari tiga rukun yaitu, motif memperoleh laba, hidup zuhud atau sederhana dan semangat misi.
2.      Tiga kebutuhan
a.       Need for achievement (keinginan untuk berprestasi)
b.      Need for afiliation (keinginan untuk bersahabat)
c.       Need for power (keinginan untuk berkuasa)
3.      Projection technique
Projection technique adalah teknik menafsirkan gambar.  Projection technique yang dilakukan McClelland bisa menggunakan gambar ataupengandaian.
4.      Ideas as Historical Forces
Ideas as Historical Forces merupakan teori dari manusia modern untuk membedakan dirinya dengan manusia tradisional. Berikut adalah ciri-ciri manusia modern yaitu Ia terbuka pada pengalaman-pengalaman yang baru dan tidak mencurugai pendapat-pendapat baru atau pikiran-pikiran baru, kemandirian (independance), percaya kepada sains untuk memecahkan masalah, mobiliti orientation, mempunyai rencana jangka panjang, aktif berpolitik. Sedangkan manusia tradisional bersifat tertutup dari gagasan baru, tidak toleran terhadap pendapat, bergantung sekali pada otoritas dan percaya kepada takhayul.
5.      Homo sovieticus
Jenis kepribadian yang menghambat perubahan sosial. Ciri-ciri homo savieticus ditandai dengan kepribadian yang pecah semacam shizophrenia, ketidak percayaan pada apa yang disampaikan didepan publik sebaliknya mereka sangat percaya pada desas-sesus atau ramalan yang disampaikan oleh media yang tidak resmi.
D.    HOMO ORBACIUS
Adalah manusia yang terbentuk karena pemeritahan orba. Kepribadian homo orbacius karena lamanya pikiran mereka dikontrl oleh penguasa. karena lamanya penataran P4 yang dilakukan terus menerus sejak SD, SMP, SMA sampai masuk universitas. Bahasa  dipergunakan oleh penguasa untuk mengontrol pikiran kita sampai bahasapun mereka ubah atau mereka bentuk. Berikut penjelasan mengenai homo sovieticus:
1.      Double Talk
Orang memisahkan antara apa yang mereka katakan dan apa yang benar-benar mereka lakukan. Mereka tidak merasa risih kalau apa yang mereka lakukan berbeda apa yang mereka bicarakan.
2.      Phoney Actions and Ritualistic Activities (rekayasa dan ritualisasi makna)
Phoney actions adalah tindakan yang direkayasa tapi kemudian maknanya  sudah dibikin atau dibikin setelah itu.
3.      Structure of Organized lying
Orang polandia memiliki dua bahsa yaitu bahasa didepan umumdan bahasa dikalangan terbatas. Bahasa yang dipergunakan sama, tetapi strukturnya, kata-katanya, fasiologinya,  dan kosa katanya bisa berbeda. Kata yang sama yang digunakan didepan umum mungkin berarti lain  jika digunakan dikalangan terbatas.
4.      Parasitic Inovativeness (kepribadian untuk menemukan hal-hal baru)
Orang yang kreatif diukur dari keinovatifannny. Anda bekerja pada sebua lembaga  anda akan menemukan cara untuk memperkaya diri dilembaga itu dan lembaga itu lama kelamaan akan mati, sementara anda sendiri hidup semakin makmur itulah  Parasitic Inovativeness.
5.      Prologed Infantilism (masa kanak-kanak yang kelamaan)
Prologed Infantilism adalah anak-anak yang selalu ingin diberi fasilitas oleh orangtuanya tetapi sanat tidak suka memikul tanggung jawab.
E.     MANUSIA-MANUSIA BESAR
Manusia besar seperti percikan api yang membakar kayu bakar kemudian meledak dan mengubah sejarah dalam waktu yang singkat. Thomas Carlyle memandang sejarah sebagai biografi dari manusia-manusia besar lebih lanjut ia mengatakan manusia besar adalahh jiwa dari sejarahumat masnusia.
1.      Shades of Greatness (bayang-bayang kebesaran)
Kita dapat mengukur kebesaran seseorang dari sejauh mana kebesarannya itu membanyangi sesudahnya. Manusai besar lahir karena terjadinya satu peristiwa besar yang tidak diharapkan untuk terjadi, atau setidaknya tidak sesuai denga ajaran yang dianut itu.
2.      Teori-Teori Manusia Besar
Ada dua hal yang membuat manusai menjadi besar: kekuatan intelektual untuk memahami realitas dan kemampuan bertindak yang tepat. Ali Syariati pernah membedakan dua jenis orang pintar:ilmuan dan intelektual. Ilmuan bersifat universal dan intelektual bersifat lokal.Dalam teori carlyle, seorang  manusia besar adalah intelektual universal. Betapapun besarnya manusia, ia akan dibatasi oleh konteks sejarah, situasi sosial dan situasi konkret sejarah.
F.     REVOLUSI
Revolusi muncul sebagi strategi terbaik. Reformasi diangap lamban semetara perut tidak tidak bisa menunggu. Revolusi adalah manivesatasi  perubahaan sosial yang paling  spektakuler, revolusi tidak membiarkan apapun seperti sebelumnya, revolusi menutup satu jaman dan membuka zaman yang baru.
1.      Devinisi revolusi
Secara umum revolusi artinya gerkan berputar, gerakan srikur. Revolusi diartikan sebagai pergantian dan perputaran elite kekuasaan pada negara-negara baru. Revolusi adalah peristiwa sosial yang dahsyat, menggelorakan perasaan, menjungkir balikan tatanannilaidan lembaga-lembaga sosial.
2.      Teori-Teori revolusi
Mazhab revolusi yaitu: mazhab behavioral ditandai dengan perubahan prilaku manusia yang fundamental, mazhab psikologis/ relative deprivation theory konsep ini berasal dari Runciman, adalah perbedaan antara situasi yang kita kehendaki dengan situasi kita yang sekarang ini. Mazhab struktural yang meliputi konfigurasi hubungan antar warga negara dan negara, ia mengabaikan peranan para aktor revolusi. mazhab politik,  revolusi hanayalah kelanjutan politik denga cara lain.

























KRITIK DAN SARAN
Penulis buku ini ingin berbagi ilmu kepada mahasiswa dengan menggunakan pengalaman dan pemikirannya tentang nilai-nilai sosial, kebudayaan, sains dan agama. Berbagai tema-tema menarik tentang kehidupan manusia dikupas dengan rasional dan mudah dimengerti, sehingga pembaca akan merasa asyik dan terus ingin membaca.
Menurut saya penulis memiliki pemikirin yang bebas karena penulis tidak semata-mata mementingkan pendapatnya pribadi namun masih menerima pendapat-pendapat orang lain. Penulis lebih mengajarkan perubahan individu dari pada perubahan sosial, dan ia mengikuti paham bahwa masyarakat berubah karena ideas. Menurut penulis Perubahan sosial yang bergerak melalui rekayasa sosial harus dimulai dengan perubahan cara berfikir. Mustahil ada perubaha kearah yang benar kalau kesalahan berfikir masih menjebak benak kita. Perubahan cara berfikir adalah hal yang ditekankan penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar